Perjalanan Senin Pagi ke SMP Negeri 2 Demak
Hari Senin selalu menjadi hari yang paling sibuk sekaligus paling semangat buatku. Seperti biasa, pagi itu aku bangun lebih awal dari biasanya. Jam menunjukkan pukul 05.00 saat aku membuka mata. Suara azan subuh dari masjid dekat rumahku di Wiku 2, Katonsari, Demak menjadi alarm alami yang membangunkanku.
Hari ini istimewa. Bukan hanya karena hari pertama sekolah di minggu ini, tapi juga karena aku memakai seragam OSIS SMP Negeri 2 Demak. Seragam biru tua lengkap dengan atribut OSIS yang membuatku merasa lebih bertanggung jawab dan bangga. Aku menyetrika seragam itu semalam dengan rapi, memastikan semuanya siap untuk pagi ini.
Setelah mandi dan salat subuh, aku sarapan dengan cepat. Ibu sudah menyiapkan nasi goreng dan telur mata sapi kesukaanku. Ayah hanya tersenyum melihatku sibuk menyiapkan tas dan mengecek semua perlengkapan sekolah. “Hati-hati di jalan, ya,” pesan Ibu sambil merapikan kerah bajuku.
Jam sudah menunjukkan pukul 06.00 saat aku keluar rumah dengan sepeda kesayanganku. Udara pagi masih segar, jalanan belum terlalu ramai. Aku mulai mengayuh sepedaku menyusuri jalan kampung di Katonsari. Sinar matahari pagi menyapa lembut dari timur, menyilaukan tapi hangat.
Perjalanan dari rumah ke SMP Negeri 2 Demak biasanya memakan waktu sekitar 20–25 menit jika bersepeda santai. Aku melewati sawah-sawah kecil yang mulai ditanami kembali setelah panen. Beberapa petani sudah ada di ladang, menyapa ramah ketika aku lewat. “Selamat pagi, Dik!” seru salah satu dari mereka. Aku pun membalas dengan senyum dan anggukan.
Setelah melewati jalan kampung, aku masuk ke jalan raya yang lebih besar. Di sini aku harus lebih berhati-hati. Mobil dan sepeda motor mulai ramai. Beberapa teman dari sekolah juga terlihat mengayuh sepeda, beberapa mengenakan seragam OSIS juga sepertiku. Kami saling menyapa dan saling mendahului, seperti lomba kecil tak resmi.
Menjelang pukul 06.25, aku sampai di gerbang SMP Negeri 2 Demak. Suasana sudah mulai ramai. Beberapa guru berdiri di depan pintu gerbang, menyambut siswa yang datang. Aku mengunci sepedaku di parkiran, merapikan seragam, dan memastikan dasiku lurus.
Sebagai anggota OSIS, aku punya tanggung jawab lebih. Hari ini aku mendapat giliran piket upacara. Aku harus membantu mengatur barisan dan memastikan semua siswa disiplin. Rasanya menyenangkan bisa ikut ambil bagian dalam kegiatan sekolah seperti ini.
Meskipun perjalanan setiap hari cukup jauh dan melelahkan, terutama saat cuaca tidak bersahabat, aku selalu merasa bangga dan semangat. Karena setiap kayuhan sepedaku membawa mimpi dan harapan menuju masa depan yang lebih baik.
Begitulah kisah perjalananku dari rumah di Wiku 2,
Katonsari, menuju SMP Negeri 2 Demak setiap Senin pagi — sederhana, tapi penuh
makna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar