Selasa, 14 Oktober 2025

Liburanku ke Semarang Kota Lama

 

Liburanku ke Semarang Kota Lama

 

Sabtu pagi itu, aku dan keluargaku berangkat menuju Semarang dengan semangat yang membara. Setelah beberapa minggu disibukkan oleh rutinitas sekolah dan pekerjaan orang tua, akhirnya kami punya waktu untuk berlibur bersama. Tujuan kami kali ini adalah Semarang Kota Lama, sebuah tempat bersejarah yang penuh pesona dan cerita masa lalu.

 

Perjalanan dari rumah ke Semarang memakan waktu sekitar tiga jam. Meski cukup lama, perjalanan terasa menyenangkan karena kami berkumpul dalam satu mobil sambil bernyanyi dan bercanda. Sesampainya di Kota Lama, suasana berbeda langsung terasa. Bangunan-bangunan tua bergaya kolonial Belanda yang berdiri kokoh membuat kami seolah-olah kembali ke masa lampau. Jalan-jalan kecil yang berliku dan trotoar batu yang klasik menambah kesan unik tempat ini.

 

Setelah mencari penginapan yang nyaman, kami memilih sebuah guest house kecil tapi hangat di dekat pusat Kota Lama. Kamarnya sederhana namun bersih, dan pemandangan dari jendela menghadap ke jalan utama dengan lampu-lampu temaram yang membuat suasana malam jadi hangat dan romantis.

 

Sore hari, kami berjalan-jalan menyusuri jalan-jalan sempit Kota Lama. Aku sangat senang melihat bangunan berarsitektur klasik seperti Gereja Blenduk yang ikonik dengan kubah hijau dan jendelanya yang besar. Aku dan adikku juga mencoba naik becak yang banyak berjajar di sana. Pak becak dengan ramah mengajak kami berkeliling sambil bercerita tentang sejarah Kota Lama. Ternyata dulunya daerah ini adalah pusat perdagangan penting di Semarang pada masa kolonial.

 

Kami juga mampir ke sebuah kafe kecil yang menyajikan kopi khas Semarang. Aku memesan es teh manis dan kue lapis yang lembut. Sambil menikmati makanan, kami melihat orang-orang lalu lalang dengan berbagai pakaian unik, ada yang sekadar berjalan kaki, ada juga yang bersepeda. Suasana Kota Lama malam itu begitu hidup dan penuh warna.

 

Malam harinya, kami duduk bersama di teras guest house sambil mengobrol tentang pengalaman hari itu. Papa bercerita tentang sejarah kota ini yang dulu merupakan tempat persinggahan para pedagang dari berbagai negara. Mama berbagi rencana untuk besok agar kami bisa mengunjungi Museum Mandala Bhakti yang katanya menarik untuk belajar sejarah perjuangan di Semarang.

 

Keesokan harinya, Minggu pagi, kami sarapan dengan makanan tradisional seperti nasi gudeg dan sate ayam. Setelah itu, kami berkeliling ke beberapa tempat menarik lainnya di Semarang, termasuk museum dan pasar tradisional. Aku membeli beberapa oleh-oleh kecil seperti kerajinan tangan dan batik khas Semarang untuk teman-temanku di sekolah.

 

Waktu berlalu cepat, dan akhirnya saatnya kami pulang ke rumah. Perjalanan kembali terasa singkat karena aku dan keluargaku masih bersemangat mengingat kembali momen-momen seru selama di Kota Lama. Liburan singkat ini bukan hanya memberi kami waktu bersama, tapi juga menambah pengetahuan tentang sejarah dan budaya Semarang.

 

Semarang Kota Lama memang tempat yang penuh pesona dan cerita. Aku berjanji pada diriku sendiri, suatu saat nanti aku akan kembali lagi bersama keluargaku untuk menjelajahi lebih banyak sudut kota ini. Liburan kali ini benar-benar menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Minggu, 12 Oktober 2025

PERJALANAN KU KE SEKOLAH

 

Perjalanan Senin Pagi ke SMP Negeri 2 Demak

 

Hari Senin selalu menjadi hari yang paling sibuk sekaligus paling semangat buatku. Seperti biasa, pagi itu aku bangun lebih awal dari biasanya. Jam menunjukkan pukul 05.00 saat aku membuka mata. Suara azan subuh dari masjid dekat rumahku di Wiku 2, Katonsari, Demak menjadi alarm alami yang membangunkanku. 

Hari ini istimewa. Bukan hanya karena hari pertama sekolah di minggu ini, tapi juga karena aku memakai seragam OSIS SMP Negeri 2 Demak. Seragam biru tua lengkap dengan atribut OSIS yang membuatku merasa lebih bertanggung jawab dan bangga. Aku menyetrika seragam itu semalam dengan rapi, memastikan semuanya siap untuk pagi ini. 

Setelah mandi dan salat subuh, aku sarapan dengan cepat. Ibu sudah menyiapkan nasi goreng dan telur mata sapi kesukaanku. Ayah hanya tersenyum melihatku sibuk menyiapkan tas dan mengecek semua perlengkapan sekolah. “Hati-hati di jalan, ya,” pesan Ibu sambil merapikan kerah bajuku. 

Jam sudah menunjukkan pukul 06.00 saat aku keluar rumah dengan sepeda kesayanganku. Udara pagi masih segar, jalanan belum terlalu ramai. Aku mulai mengayuh sepedaku menyusuri jalan kampung di Katonsari. Sinar matahari pagi menyapa lembut dari timur, menyilaukan tapi hangat. 

Perjalanan dari rumah ke SMP Negeri 2 Demak biasanya memakan waktu sekitar 20–25 menit jika bersepeda santai. Aku melewati sawah-sawah kecil yang mulai ditanami kembali setelah panen. Beberapa petani sudah ada di ladang, menyapa ramah ketika aku lewat. “Selamat pagi, Dik!” seru salah satu dari mereka. Aku pun membalas dengan senyum dan anggukan. 

Setelah melewati jalan kampung, aku masuk ke jalan raya yang lebih besar. Di sini aku harus lebih berhati-hati. Mobil dan sepeda motor mulai ramai. Beberapa teman dari sekolah juga terlihat mengayuh sepeda, beberapa mengenakan seragam OSIS juga sepertiku. Kami saling menyapa dan saling mendahului, seperti lomba kecil tak resmi. 

Menjelang pukul 06.25, aku sampai di gerbang SMP Negeri 2 Demak. Suasana sudah mulai ramai. Beberapa guru berdiri di depan pintu gerbang, menyambut siswa yang datang. Aku mengunci sepedaku di parkiran, merapikan seragam, dan memastikan dasiku lurus. 

Sebagai anggota OSIS, aku punya tanggung jawab lebih. Hari ini aku mendapat giliran piket upacara. Aku harus membantu mengatur barisan dan memastikan semua siswa disiplin. Rasanya menyenangkan bisa ikut ambil bagian dalam kegiatan sekolah seperti ini. 

Meskipun perjalanan setiap hari cukup jauh dan melelahkan, terutama saat cuaca tidak bersahabat, aku selalu merasa bangga dan semangat. Karena setiap kayuhan sepedaku membawa mimpi dan harapan menuju masa depan yang lebih baik. 

Begitulah kisah perjalananku dari rumah di Wiku 2, Katonsari, menuju SMP Negeri 2 Demak setiap Senin pagi — sederhana, tapi penuh makna.

BERANDA

Informatika (Inggris: Informatics) merupakan ilmu yang baik mempelajari terkait penggunaan komputer untuk mengatur dan menganalisis data yang berukuran besar, baik data maupun informasi pada mesin berbasis komputasi.[1][2] Disiplin ilmu ini mencakup beberapa macam bidang, termasuk di dalamnya: sistem informasi, ilmu komputer, ilmu informasi, teknik komputer dan aplikasi informasi dalam sistem informasi manajemen. Secara umum informatika mempelajari struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi.[3][4] Aspek dari informatika lebih luas dari sekadar sistem informasi berbasis komputer saja, tetapi masih banyak informasi tidak dan belum diproses dengan komputer. 

Informatika mempunyai konsep dasar, teori, dan perkembangan aplikasi tersendiri. Informatika dapat mendukung dan berkaitan dengan aspek kognitif dan sosial, termasuk tentang pengaruh serta akibat sosial dari teknologi informasi pada umumnya. Penggunaan informasi dalam beberapa macam bidang, seperti bioinformatika, informatika medis, dan informasi yang mendukung ilmu perpustakaan, merupakan beberapa contoh yang lain dari bidang informatika. 

Informatika adalah bidang ilmu mengenai studi, perancangan, dan pembuatan sistem komputasi, serta prinsip-prinsip yang menjadi dasar perancangan tersebut. Komputasi adalah ilmu yang berkaitan dengan pemodelan matematika dan penggunaan komputer untuk menyelesaikan masalah-masalah sains. Istilah informatika sepadan dengan istilah dalam bahasa Inggris informatics, computing, atau computer science.


Liburanku ke Semarang Kota Lama

  Liburanku ke Semarang Kota Lama   Sabtu pagi itu, aku dan keluargaku berangkat menuju Semarang dengan semangat yang membara. Setelah b...